Kamis, 29 Oktober 2020

Aku dan kampungku

inilah kampungku jauh dari hirup pikuk kota,masih asri dan sedap dipandang mata sejauh mata memandang hanyalah kehijauan yang tampak.saya tinggal bersama dengan keluarga kecil saya yaitu ayah,ibu,adik,dan saya.kebanyakan mayoritas penduduk di kampungku berkebun dan bertani karena ini musim tani.ibuku juga berkebun dan mempunyai hewan ternak dan bapak ku bekerja serabutan.aku juga biasanya membantu ibu pergi kekebun karena tidak ada hal lain selain kuliah jadi saya turut membantu daripada saya hanya menjadi beban bagi mereka setidaknya adalah pikiran untuk membatu orang tua dari pada main gak karuan mending bantu untuk meringankan kerja mereka jadi curhat kan inikan cerita saya jadi saya juga harus bercerita tentang kampung saya.nah tepat didepan samping rumah saya ada pendopo,maaf tidak terlalu jelas karena terhalang pohon.nah pendopo ini biasanya orang orang kampung menyebutnya denga rumah besar atau umah gede itu bahasa disana.rumah besar ini biasanya digunakan untuk acara acara penting seperti sedekah bumi.tidak hanya untuk acara saja tetapi juga bisa digunakan untuk latihan seperti silat berlatih alat musik seperti gamelan,gendang dan gong sebenarnya masih banyak tapi saya tidak tau nama alat musiknya dan dulu dikampung saya juga pernah kedatangan turis dari berbagai negara.turis ini ingin melihat kebudayaan atau kebiasaan orang orang saat berada di rumah besar tersebut.keren ya tapi sayangnya saya tidak ada di rumah karena saya masih dipondok pesantren.ini saya mengambil fotonya tepat di depan rumah saya.ini diwaktu pagi hari sedap dipandang.nah ini tepat disebelah kiri saya,banyak pohon.diwaktu ini biasanya tidak banya orang berlalu lalang karena orang orang sibuk di kebun dan di sawah mereka berladang.dikampung saya memang jarang motor atau mobil lewat jadi kelihatannya sepi.diwaktu seperti ini saya masih menyempatkan mengerjakan tugas disela membuat cerita ini karena banyak banget tugas harus dikerjakan tidak hanya ini tapi masih ada yang lain.heh jadi bahas tugaskan soalnya inikan cerita saya jadi tidak ada masalah.itulah cerita kampung saya dan saya sendiri.kampungku yang masih asri dan jauh dari hirup pikuk kota yang sangat banyak asap kendaraan yang melintas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akhlak terpuji dan tercela

Nama : Nuri Handayani NIM     : 12001148 Kelas   : 4 D PAI Makul  : Media Pembelajaran Dosen Pengampu : Drs. Fahrul Razi, M.Pd. dan Firmansy...