Deskripsi biografi:Guru ngaji
Guru mengajiku bernama kh.M.ismail Ghofur yg biasa dipanggil dengan sebutan abuya atau Abah yai.abuya memiliki hidung yang mancung oles bangir.memiliki postur tubuh yang tegap dan gagah tidak terlalu tibggi.pandanganya selalu berfokus ke arah depan.dan kulit kuning Langsat.beliau menyukai warna putih.putih yang berarti suci dan bersih.beliau sangat murah senyum dengan umur yang sudah tidak muda lagi tetepi pancaran muka beliau tampak seperti muda.disetiao apaupun itu beliau tidak pernah lepas dari wudhu.
menurut saya Abuya ini sangatlah sabar dalam menghadapi santri santrinya yang belum tentu semuanya manut.beliau adalah pengasuh ponpes Darul hidayah rasau jaya.walaupun beliau hanya lulus sekolah dasar,tetapi beliau adalah lulusan dari pondok pesantren Lirboyo Kediri dan sekarang beliau sudah menjadi kiyai.dan mengasuh pondok pesantren.
Saat beliau berjalan sangatlah berwibawa karena yang statusnya yang sebagai kiyai dan pengasuh ponpes.wibawanya yang membuat kami ta'dim setiap beliau lewat semua santri selalu menunduk karena ta'dim kami kepada beliau yang telah mengajari kami tentang adab yang baik kepada guru.adab kepada guru itu sangat lah penting.karena status kita ini murid dan murid itu harus menghormati guru.guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.beliau rela meninggalkan keluarga demi mengaji mengaji dan mengaji.beliau sangat suka dengan mengaji walaupun hanya sebentar
Nasehat beliau selalu kami ingat dihati kami semua khususnya yang pernah mondok disana.pesan pesan beliau sangatlah puitis karena beliau orangnya puitis.sangat berkesan sekali perkataan Beliau.maaf jikalau aku belum bisa menjadi santri terbaikmu.
Jika mengajar beliau selalu mengatakan sabar dalam setiap hal apapun itu.dengan gaya bahasanya,beliau sangat lembut dalam menyampaikan hal dalam setiap pembelajaran.saya senang selau mendapatkan nasehat yang baik dari beliau.semoga beliau selalu sehat.nasehatnya yang baik dan bahasanya yang lembut membuat saya selau ingin mendengar nasehat dari beliau.
Beliau selalu berpesan kepada santri santrinya untuk selalu taat beribadah dan wiridan dan menjadi santri itu harus bisa hal apapun,itu perkataan dari beliau dan satu lagi menjadi santri itu jangan takut.karena santri itu serba bisa.dawuhnya beliau untuk santri santrinya.
Dan beliau selau berharap agar santri santrinya ini mengaji hingga tamat,tapi tidak tidak dengan saya saya tidak ta'dim kepada Abuya karena saya tidak menyelesaikan ngaji saya.maaf sebelum nya untuk abuya.alasan saya tidak merampungkan ngaji saya adalah ingin kuliah.
Beliau agak marah karena saya tidak menyelesaikan mondok diponpesnya, karena alasan saya yang ingin kuliah diluar.walaupun sebenarnya dipondok pesantren saya ada perkuliahan tetapi saya tidak ingin kuliah di ponpes tersebut.karena saya ingin mencari pangalaman baru saat saya berkuliah di luar.semiga saja selalu dilancarkan oleh Allah SWT.
Dan semoga Abuya selalu mendoakan untuk santri santrinya yang masih mondok maupun tidak.karena barokah nya guru itu sangat penting untuk kedepannya.
abuya mempunyai anak yang sangat cerdas dan pintar dalam ilmu formal dan diniahnya atau mengaji. sejak umurnya masih 16 tahun anak Abuya ini sudah bisa mengajar ngaji tentang nahwu sorof dan tajwid.anak beliau juga penghafal Al-Qur'an 30 juz dan 30 juz itu sudah ada diluar kepala.anak beliau bernama awabin Al Kautsar yang biasa dipanggil dengan sebutan Gus Abin.dan sekarang gua Abin melanjutkan mengajinya di Jawa.
Melihat Abuya tersenyum rasa hati ini adem dan tenang.raut muka beliau selalu terlihat bahagia setiap melihat beliau serasa tidak ada beban, karena senyuman beliau membuat para santri santrinya semakin semangat untuk mengaji.tetapi saya sudah tidak mengaji lagi disana.bicara tentang beliau ini tiada habisnya karena beliau selalu memotivasi para santrinya.anak dan santrinya dianggap sama Dimata beliau tiada yang membedakan yang membedakan hanyalah pangkatnya yang anak kiyai dan para Santri nya hanyalah orang tua yg menitipkan anaknya ke ponpes darul hidayah.
Saat anaknya memiliki kesalahan.sama dengan hal nya seperti hukuman para santri yang biasa.beliau menghukum karena anaknya memiliki kesalahan mungkin beliau sama seperti orang tua pada umumnya jikalau anak memiliki kesalahan maka akan dihukum agar jera dan tidak mengulangi hal seperti itu lagi.
Disisi beliau yang sabar mungkin ada kalanya beliau marah pada pengurus atau para santri santrinya yang tidak taat pada peraturan yang berlaku.kadang mereka sering melanggar peraturan yang berlaku di pondok pesantren darul hidayah.
Pelanggaranya seperti tidak mengikuti jamaah,sering pulang akan dikenai denda,keluar tanpa seizin pengurus.itulah pelanggaran yang sering dilakukan para santri.santri yang melanggar akan diberi hukuman yang sering biasanya memutari kolam sambil membaca Asmaul Husna agar mereka tidak mengulangi kesalahannya lagi.itulah sedikit cerita tentang pondok pesantren saya yang ada di amdarul hidayah.
Beliau bagi saya sudah seperti orang tua yang kedua setelah kedua orang tua saya.dengan kesabaran yang dimilikinya.dengan ilmu yang beliau miliki beliau sabar dalam mengajari dan menghadapi para santri nya yang jumlahnya hampir 800 santri beliau sangatlah ramah kepada seluruh santri dan masyarakat khususnya yang ada di rasau jaya.karena sekarang beliau tinggal di rasau jaya.sangatlah bahagia sudah bisa mengenal beliau.kiyai yang sabar dan murah senyum.intinya beliau memiliki sifat yang penyabar.
Sikap ta'dim yang dimiliki santri kepada guru atau ustadnya yaitu selau menundukkan kepalanya saat beliau berjalan.itu namanya adalah adab kepada guru atau ustad ustadzah.
Beliau memiliki istri yang penghafal Al-Qur'an 30 juz tetapi sudah rampung.dan sudah berada diluar kepala hafalan Al-Qur'an nya itu.istri beliau bernama umi zahroh yang biasa dipanggil ibu yai.ibu yai ini sangat tegas orangnya dan tidak menyukai orang yang bertele tele.beliau ini sangat tegas dalam berbicara kepada santri santrinya.agar santrinya itu mengerti apa yang dibicarakan oleh ibu nyai.
Menurut saya guru mengaji itu sangat lah penting bagi kita dan masyarakat khususnya,karena beliaulah yang memberi kami ilmu agama yang baik.yang orang tua belum bisa memberikan itu kepada saya.orang tua saya juga ada berperan dalam pendidikan agama saya yaitu seperti, mengajarkan doa sholat.tapi orang tua saya tidak bisa memberikan ajaran yang belum mereka kuasai,jdi gurulah yang bertugas untuk memahami dan memberikan ilmu agama yang baik untuk setiap pembelajaran yang diberikan kepada peserta didiknya.
Mungkin cukup sampai disini cerita saya.yang menceritakan tentang guru mengaji.jika masih banyak kekurangan mohon untuk dimaafkan,karena saya manusia kadang ada kalanya saya berbuat salah.saya akhiri sampai disini wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar